Kamis, 26 Desember 2019

PROLOG (JONATHAN, ORLANDO, OPHELIA)

       "I made promise to my self that I will protect my Mom no matter what. No one can hurt her, especially him." ujar seorang pria dengan tubuh atletis dan tinggi 180cm sambil memandang langit malam kota Seoul. "And I will protect my little sister, even so she's just my half-sister."

       Jantungnya berdebar saat dia melihat seorang wanita cantik dengan rambut panjang dan sedang memeluk beberapa berkas. Dia jatuh cinta pada pandangan pertama terhadap wanita itu. Belakangan dia tahu bahwa wanita itu adalah sekertarisnya. Selama sepuluh tahun ini dia mengunci hatinya. Tidak ingin jatuh cinta demi sang Ibu dan adik perempuannya. Dan wanita itu mampu mendobrak pintu hatinya yang beku.

#######

       "What is going on with this family?" seorang pria dengan tinggi 179cm memandang keluar jendela kamarnya dengan berpikir. Sudah lama dia heran dengan sikap keluarganya. Ayah dan Pamannya yang tak berhenti bertengkar. Kakek dan Neneknya yang hanya bisa menonton tanpa bisa melerai. Dan hanya Bibi-Bibi nya yang mampu melerai. Namun jika Bibi nya yang tinggal di Tokyo tidak ada di London, pertengakaran akan menjadi sangat sengit tanpa ada yang bisa menghentikannya.

       Pertemuannya dengan seorang wanita cantik berdarah campuran Indonesia-Austria membuatnya melayang. Akhirnya dia menemukan separuh jiwanya. Dan hal yang paling mengejutkannya adalah, Nenek wanita yang dia cintai ternyata sahabat Neneknya saat masih muda. Dan dari beliaulah dia akhirnya tahu sedikit tentang masalah di keluarganya. Hal itu tentu saja membuatnya tidak percaya.

#######

       Seorang gadis cantik dengan rambut kemerahan berjalan pelan menuju subway dengan earphone di telinganya. Alunan music rock terdengar menghentak, namun dia tidak ingin mengecilkan suaranya agar tidak menyakiti telinganya. Pagi itu dia mendapat telepon dari Ayahnya yang memintanya untuk pulang ke London. Namun dengan tegas dia menolak dan terjadilah pertengkaran antara mereka. Hal yang sudah biasa terjadi. Dia dan Ayahnya tidak pernah akur.

       Saat mendengar bahwa pria yang disukainya akan segera menikah, dia patah hati. Lalu keesokan harinya dia mendapat kabar kalau dia dijodohkan dengan anak teman Ayahnya. Dia tentu saja menolak namun Ayahnya tidak mau menerima alasan apapun. Akhirnya dia kabur dari rumah Bibinya di Tokyo dan pergi ke Indonesia. Ke tempat tunangan saudara sepupunya. Namun Ayahnya dengan mudah menemukannya dan memaksanya untuk ikut pulang ke London.

PROLOG (RANI, FELTON, LOUIS)

       Seorang wanita berwajah asia dengan rambut lurus sebahu, berjalan keluar bandara sambil menyeret koper warna silver. Dihirupnya udara kota London dalam-dalam. Sudah tujuh tahun lamanya dia pergi dari kota yang penuh kenangan.

       "Masih sama." gumamnya. Dipandanginya langit sore hari yang berwarna jingga kemerahan. "Here I come, London. Be nice with me this time, ok?" imbuhnya sebelum akhirnya dia menaiki taksi.

#######

       Sebuah mobil sport melaju kencang membelah keramaian jalan kota. Sang pengemudi adalah seorang pria tampan dengan rambut keperakan. Dia menjalankan mobilnya dengan sedikit lebih kencang karena dia ingin segera bertemu dengan wanita yang sangat dia rindukan.

       Hatinya berdebar kencang saat mengetahui bahwa wanita nya kembali ke London, setelah selama ini menghilang dari kehidupannya. Begitu mendapat kabar bahwa wanitanya di London dia langsung meluncur ke tempat pertemuan. Dia harus segera bertemu dengannya.

#######

       Seorang pria bangsawan tengah berdiri memandang keluar jendela ruang kerjanya, berpikir. Sebuah pertemuan singkat yang dia alami siang tadi terus terbayang.

       Belum pernah sebelumnya dia bertemu dengan seorang wanita  yang mampu membuat jantungnya berdebar kencang. Para wanita yang selama ini dia kenal selalu bersikap berlebihan padanya karena statusnya. Namun wanita yang mengaku dari Indonesia tadi bersikap biasa saja. Bahkan terkesan kalau wanita itu tidak mengenal dirinya.

     "Who are you? Why you look so pure and innocent?" gumam pria itu sebelum menyesap wine yang sedari tadi di pegangnya. "I want to know you more."