Kamis, 26 Desember 2019

PROLOG (RANI, FELTON, LOUIS)

       Seorang wanita berwajah asia dengan rambut lurus sebahu, berjalan keluar bandara sambil menyeret koper warna silver. Dihirupnya udara kota London dalam-dalam. Sudah tujuh tahun lamanya dia pergi dari kota yang penuh kenangan.

       "Masih sama." gumamnya. Dipandanginya langit sore hari yang berwarna jingga kemerahan. "Here I come, London. Be nice with me this time, ok?" imbuhnya sebelum akhirnya dia menaiki taksi.

#######

       Sebuah mobil sport melaju kencang membelah keramaian jalan kota. Sang pengemudi adalah seorang pria tampan dengan rambut keperakan. Dia menjalankan mobilnya dengan sedikit lebih kencang karena dia ingin segera bertemu dengan wanita yang sangat dia rindukan.

       Hatinya berdebar kencang saat mengetahui bahwa wanita nya kembali ke London, setelah selama ini menghilang dari kehidupannya. Begitu mendapat kabar bahwa wanitanya di London dia langsung meluncur ke tempat pertemuan. Dia harus segera bertemu dengannya.

#######

       Seorang pria bangsawan tengah berdiri memandang keluar jendela ruang kerjanya, berpikir. Sebuah pertemuan singkat yang dia alami siang tadi terus terbayang.

       Belum pernah sebelumnya dia bertemu dengan seorang wanita  yang mampu membuat jantungnya berdebar kencang. Para wanita yang selama ini dia kenal selalu bersikap berlebihan padanya karena statusnya. Namun wanita yang mengaku dari Indonesia tadi bersikap biasa saja. Bahkan terkesan kalau wanita itu tidak mengenal dirinya.

     "Who are you? Why you look so pure and innocent?" gumam pria itu sebelum menyesap wine yang sedari tadi di pegangnya. "I want to know you more."

Tidak ada komentar:

Posting Komentar