Seminggu
berlalu setelah hari itu. Sesekali Seunghyun masih mendapati Rani menitikkan
air mata saat membuka email di cafe nya. Hal itu membuat Seunghyun merasa iba.
Dia tahu kalau Rani sebenarnya punya masalah yang tidak ingin orang lain tahu.
Dia juga tidak bisa memaksa Rani untuk bercerita karena Rani tidak ingin
membicarakannya. Tidak ada yang bisa Seunghyun lakukan untuk menghibur Rani.
“Waaah
lihat lihat, tanggal 5 Februari besok Big Bang debut album terbaru mereka” ujar
Eun Shi, salah satu karyawan Seunghyun, sambil menunjukkan surat kabar hari itu
“Coba
lihat” pinta Jung Ha ikut membaca di sebelah Eun Shi
“Ah
kalian ini Big Bang melulu” ujar Min Hyuk sambil membersihkan gelas dengan lap,
“2ne1 donk kapan ada debut lagi” imbuhnya yang diikuti oleh anggukan kepala Jo
Kwon dan Chun Hee. Eun Shi dan Jung Ha tidak peduli dan terus membaca sambil
sesekali berkomentar.
Seunghyun
yang sedang berdiri bersama mereka langsung tersenyum, “kalian” panggil nya
pada kelima karyawan nya yang langsung mendongak memandang dirinya yang
senyum-senyum dengan heran
“Anda
kenapa, bos?” tanya Chun Hee
“Bagaimana
kalau kita mengundang Big Bang untuk promosiin cafe kita?”
Eun Shi
dan Jung Ha bertukar pandang dengan senyum merekah, “Setuju, Bos!” teriak
mereka kegirangan
“Kami
tidak, Bos” bantah Jo Kwon di ikuti yang lain
“Kenapa?”
tanya Seunghyun
“2ne1
aja, Bos. Jangan Big Bang” jawab Min Hyuk
“Big
Bang!!”
“Iya.
Harus Big Bang. Karena Rani juga penggemar mereka” ujar Seunghyun berpaling
memandang Rani dari kejauhan
Semua
karyawannya mengikuti arah pandangan Seunghyun. Lalu saling bertukar pandang.
“Beberapa
hari yang lalu aku melihat Ms. Rani menangis” ujar Min Hyuk yang langsung dapat
pukulan di lengannya
“Kapan?”
tanya Seunghyun langsung menatap Min Hyuk
“Tiga
hari yang lalu waktu Bos tidak datang” jawabnya sambil mengelus-elus lengannya
karena pukulan Eun Shi
“Kalian
tahu kenapa dia nangis?”
“Saya
mendekati Ms. Rani dan bertanya, tapi dia bilang tidak apa-apa. Hanya kangen
keluarganya” jawab Eun Shi, “tapi saya tahu kalau Ms. Rani nangis tidak karena
itu” imbuhnya
“Lalu?”
“Saat
saya meletakkan pesanannya Ms. Rani sedang bertengkar dengan seseorang di
telpon” jawab Eun Shi, “saya kurang seberapa paham apa yang sedang dikatakan
karena bahasa inggris. Dan cepat sekali. Sesekali Ms. Rani memanggil nama Felton”
“Felton?”
tanya Seunghyun yang dijawab dengan anggukan kepala oleh Eun Shi
“Sepertinya
aku pernah baca nama itu di suatu tempat. Tapi aku lupa” kata Min Hyuk
“Aku
juga” jawab yang lain
Hening
sesaat karena semua berusaha mengingat dimana pernah membaca nama Felton.
“Bos”
panggil Eun Shi. Seunghyun memandang Eun Shi, “sebenarnya Ms. Rani melarang
kami untuk memberitahu Bos kalau Ms. Rani menangis. Jadi Bos pura-pura tidak
tahu apa-apa yaa”
“Oke”
jawab Seunghyun
Satu
bulan berlalu
Rani
sudah tidak lagi menangis tiap kali membalas email. Itu membuat Seunhyun
sedikit merasa lega. Karena misi nya menyenangkan Rani belum di mulai.
Dia
sudah berbicara dengan manajemen YG Entertainment untuk mengundang Big Bang ke
cafenya. Tapi karena jadwal tour Big Bang masih padat terpaksa Seunghyun harus
menunggu dengan perasaan tidak sabar.
Beberapa
kali dia hampir keceplosan didepan Rani. Begitu juga dengan Eun Shi dan Jung
Ha. Karena mereka sudah ingin sekali bertemu dengan Big Bang. Idola mereka.
Pada
pertengahan musim semi, saat Rani pulang dari kantor sore dan mampir di
Cheonkug, dia heran sekali karena begitu ramai dan banyak orang. Serta beberapa
mobil van yang diparkir didepan cafe yang mendadak penuh orang.
Rani
yang heran berdiri di belakang gerombolan cewek yang membawa spanduk dan
accesoris VIP. Rani sempat terpana dengan senang tapi mendadak dia merasa
kecewa. Dia tidak akan bisa masuk kedalam cafe dengan mudahnya karena para VIP
tidak akan membiarkannya masuk seenaknya. Dengan menghela nafas kecewa, dia berbalik
dan pulang. Tapi sebuah suara menghentikan langkahnya.
“Rani!”
panggil Seung Hyun dari lantai atas. Rani langsung mendongak. “Sini!”
“Tidak
bisa masuk!” balas Rani keras. Dari ekspresi wajah Rani, Seunghyun tahu kalau
Rani sangat kecewa tidak bisa masuk.
“Tunggu
disana. Aku turun!” ujar Seunghyun lalu menghilang dari pandangan
Rani
berdiri diam menunggu di bawah pohon didekat mobil van silver. Tak berapa lama
Seunghyun keluar dengan dikawal seorang bodyguard. Dia langsung mendekati Rani
yang berdiri termenung memandang kerumunan cewek-cewek VIP.
“Ayo
masuk” ajak Seunghyun menggandeng tangan Rani erat dan kembali masuk ke dalam
cafe. Bodyguard itu menghalau para VIP yang berdiri di depan cafe agar
Seunghyun dan Rani bisa masuk kedalam.
“Ada
bodyguard nya segala hihihi” ujar Rani
“Mereka
disini karena Big Bang. Kalau tidak gitu bisa habis Big Bang di rebutin
cewek-cewek histeris didepan itu” jawab Seunghyun membuat Rani terkikik geli,
“mau ketemu Big Bang duu atau langsung ke atas?” tanya Seunghyun begitu mereka
sampai di dalam.
“Atas
aja. Mereka sepertinya masih sibuk” jawab Rani
“Kamu
tidak seperti yang aku kira” ujar Seunghyun mengantar Rani ke atas
“Kenapa
memangnya?”
“Kemarin
kamu bisa histeris gitu waktu ngomongin Big Bang apalagi T.O.P. tapi sekarang waku
orangnya ada dan kamu bisa berdekatan, foto bareng tapi reaksimu datar” jawab
Seunghyun sedikit kecewa
“Hahaha...
aku orangnya memang aneh. Aku sendiri menyadarinya” ujar Rani, “aku simple
orangnya..”
“Dan
aneh” tambah Seunghyun membuat Rani tertawa
Suara
tawa Rani membuat G-Dragon yang saat itu sedang melihat-lihat lantai atas
langsung memandang ke arah Rani dan Seunghyun.
“Tuh
lihat, G-Dragon sedang melihatmu” ujar Seunghyun sambil menganggukkan kepala ke
arah G-D. Rani langsung menoleh mengikuti pandangan Seunghyun. Dan benar saja,
G-D sedang memandangi mereka.
Rani
tersenyum dan menganggukkan kepala tanda kalau dia menyapanya. G-Dragon pun
ikut menganggukkan kepala dan tersenyum lalu kembali berjalan mendekati mereka.
Rani
langsung berpaling dengan gugup, “Kyaaaa dia kesini!” bisiknya heboh pada
Seunghyun yang menahan tawa.
“Anneyong
aseo” sapa G-D setelah berada di sebelah Rani yang masih gugup sambil menahan
detak jantungnya yang tiba-tiba berdetak cepat.
“Anneyong
aseo” balas Seunghyun tersenyum lalu mempersilahkan G-D duduk dan dia langsung
duduk di depan Rani, di sebelah Seunghyun.
“A,
anneyong aseo” jawab Rani gugup
“Sedang
apa Seunghyun-ssi disini?” tanya G-D dalam bahasa korea
“Menemani
pelanggan setia” jawab Seunghyun, “namanya Rani Evans. Dia fans Big Bang. Tapi
dia belum lancar bahasa korea” jawab Seunghyun memperkenalkan Rani pada G-D.
G-Dragon
mengulurkan tangan mengajak Rani bersalaman, “Kwon Jiyoung. Atau lebih tepatnya
G-Dragon. Nice to meet you”
Rani
membalas uluran tangan G-D dengan gemetaran, “Rani Evans. Just call me Rani.
Nice to meet you too” balas Rani tersenyum. Seunghyun berdehem menggoda Rani.
“shut up” ujar Rani pelan. Membuat Seunghyun tertawa dan G-D tersenyum.
“Hyung!”
sebuah suara keras memanggil G-D yang langsung melambaikan tangan.
Rani
menoleh mencari asal suara, “Seungri!” ujarnya spontan tanpa berpikir.
Seunghyun dan G-D bertukar pandang heran. “Must call my sister. She like
Seungri very much” imbuhnya sambil mencari ponselnya di dalam tas. Setelah
ketemu dia langsung menelfon adiknya, Billa.
Dengan
heboh dan dengan bahasa yang tidak mengerti Seunghyun maupun G-D, dia berbicara
cepat dengan adiknya. Seunghyun dan G-D bertukar pandang geli. Begitu Seungri
sudah didekat mereka, G-D langsung memberitahunya kalau adik dari perempuan
didepannya penggemar beratnya.
Seungri
tersenyum dan ingin berbicara langsung dengan adik perempuan itu. Dengan sopan
dia meminta ponsel Rani dengan bahasa korea yang langsung dipotong G-D dengan
mengatakan kalau Rani belum lancar bahasa korea dan harus pakai bahasa inggris
kalau ingin bicara ddengannya.
“Bentar
bentar ada yang ingin bicara sama kamu” ujar Rani pad adiknya sebelum akhirnya
memberikan ponselnya pada Seungri. “Billa” tambahnya pada Seungri memberitahu
nama adiknya.
Setelah
itu Rani cekikikan sendiri. Seunghyun geleng-geleng kepala
“Ada apa
sih?” tanya sebuah suara berat yang langsung membuat Rani diam dan memandang
sosok tinggi di sebelahnya. Suaranya langsung hilang. Ekspresinya sulit di
tebak karena tegang.
Seunghyun
memandangi Rani geli. Dia tahu kenapa tiba-tiba Rani diam seribu bahasa dan tak
berkutik. Karena orang yang berdiri di sebelahnya adalah T.O.P.
Selama
sepuluh menit mereka, Big Bang, duduk bersama Rani dan Seunghyun. Rani diam tak
berkutik karena T.O.P duduk di sebelahnya. Seunghyun sesekali tidak bisa
menahan tawa melihat Rani yang nervous duduk bersebelahan dengan T.O.P.
Berkali-kali
Rani melontarkan pandangan jengkel pada Seunghyun yang berusaha menggoda Rani.
Dan tiap kali godaannya sukses, dia tertawa terbahak diikuti personel Big Bang.
Saat
T.O.P hendak mengajaknya bicara, G-D memberitahu T.O.P kalau dia harus
menggunakan bahasa inggris. T.O.P mengangguk mengerti.
“Siapa
namamu?” tanya T.O.P
“R, Ra,
Rani” jawab Rani gugup
“Lebih
gugup dari tadi” ujar G-D yang langsung membuat Seunghyun tertawa keras.
“Sssstt”
protes Rani pada Seunghyun yang tertawa makin keras
“Kenapa?”
tanya T.O.P
“Tidak”
jawab Rani pelan
Tak
berapa lama kemudian Min Hyuk datang dengan membawa cappuccino pesenan Rani dan
memberitahu Seunghyun kalau pemilik cafe mencarinya dan foto sesion untuk Big
Bang segera mulai dan mereka diminta bersiap.
“Sebentar
yaa” ujar Seunghyun pada Rani yang mengangguk
“Kami
juga permisi dulu. Nanti kita ngobrol lagi” ujar G-D sambil beranjak.
Mereka
berenam berjalan beriringan meninggalkan Rani. Rani memandangi mereka dengan
senang. Seunghyun berjalan sambil ngobrol dengan G-D.
“Min
Hyuk, sandwichku mana?” tanya Rani pada Min Hyuk yang masih berdiri di sebelah
Rani.
“Astaga.
Mianhae Rani-ssi”
“Tidak
apa-apa” ujar Rani, “kalau gitu aku pesan ramen saja”
“Akan
segera ku siapkan” jawab Min Hyuk langsung berjalan cepat meninggalkan Rani
yang tersenyum.
Sepeninggal
Min Hyuk, saat Rani hendak meminum cappuccinonya, ponselnya berdering. Sebuah
nomer baru tertera didisplay ponselnya. Dengan heran Rani menjawab.
“Hallo?”
“Ran..”
sebuah suara yang sangat dikenalnya terdengar dari speaker ponselnya. Rani
langsung terdiam, “Ran, ini aku. Kamu dimana? Bisa kita bertemu sekarang?”
“Tidak
bisa sekarang. Aku masih ada urusan” jawab Rani dingin
“Please,
Ran. Aku ingin bertemu denganmu. Kamu dimana sekarang? Aku kesana. Aku baru
turun dari pesawat. Sebelum ke hotel aku ingin bertemu denganmu”
“Nanti
aku yang ketempatmu. Kamu di hotel mana?” tanya Rani setelah terdiam cukup
lama. Orang itu menyebut sebuah hotel mewah dipusat kota, “oke. Setelah
urusanku selesei aku langsung kesana” ujar Rani
“Sedang
telfon siapa, Ran?” tanya Seunghyun yang sudah berdiri di sebelahnya. Dengan
cepat Rani mematikan ponselnya.
“Ah
hanya orang iseng” ujar Rani tersenyum.
Meskipun
Rani tersenyum, tapi Seunghyun tahu kalau Rani sedang tidak ingin tersenyum
padanya. Dan dia tahu kalau orang yang tadi di telfonnya adalah orang yang
selama ini membuat Rani sedih.
“Foto
sesionnya sudah dimulai?” tanya Rani sambil menerima ramen pesanannya dari
Seunghyun
“Sudah”
jawab Seunghyun sambil meletakkan nampan dan duduk didepan Rani, “kamu tidak
mau lihat?” tanya Seunghyun
“Nanti
saja. Aku lapar sekali. Cacing diperutku sudah underground-an” jawab Rani lalu
menyantap ramen. Seunghyun tertawa.
“Setelah
foto sesion nya selesei, mereka memberi para karyawan kesempatan untuk foto
bersama mereka. Bagianku boleh kamu ambil kalau kamu mau”
Rani
langsung tersedak ramen. Seunghyun mengulurkan segelas air putih pada Rani,
“Serius?” Seunghyun mengangguk, “waaaa asik. Makasih yaa” ujar Rani senang.
Ponselnya
kembali berdering. Tapi Rani langsung mematikan ponselnya dan menonaktifkan
nya. Seunghyun memandang Rani yang tersenyum terpaksa ke arahnya. Seunghyun
hanya bisa mengangkat bahu dan berpaling.
“Sebentar
yaa, Ran” ujar Seunghyun langsung meninggalkan Rani tanpa menunggu jawaban Rani
yang terpana sejenak lalu kembali menyantap ramennya.
Dia
mengaktifkan kembali ponselnya. Dan sebuah panggilan langsung masuk, “nanti aku
ke tempatmu. Sekarang jangan ganggu dulu. Aku sedang sibuk. Aku masih di
kantor”
“Jangan
bohong. Aku tahu kamu sudah pulang dari tadi. Suara siapa tadi? Pacar barumu?”
“Iya.
Dia pacarku. Kamu mau apa?”
“Kamu
tidak bisa pacaran dengan orang lain selain aku. Meskipun benar tadi pacarmu,
tapi aku tahu kamu tidak mencintainya. Hanya aku yang kamu cintai. Kamu tidak
akan bisa mencintai orang lain selain aku”
Rani
terdiam. Apa yang dikatakan orang itu memang benar. Selamanya dia tidak bisa
mencintai orang lain selain dia.
“Aku jemput
kamu sekarang. Kamu dimana?”
“Tidak
usah. Nanti aku yang kesana”
“Pokoknya
aku jemput kamu sekarang. Aku sudah dijalan menuju rumahmu”
“Tom,
please. Jangan memaksa. Kamu tahu aku tidak suka di paksa. Aku janji setelah
urusanku selesei aku ketempatmu”
“Janji
ya? Kalau sampai tidak kesini, aku yang akan kerumahmu”
“Iya iya
aku janji”
“Baiklah.
Aku tunggu kamu” telfon terputus
Rani
menghela nafas berat
“What
happen?” sebuah suara bertanya mengagetkan Rani. Rani mendongak. Ternyata G-D
sedang berdiri di sebelahnya.
“Nothing”
jawab Rani tersenyum. G-D duduk didepan Rani, “sudah selesai?” tanya Rani. G-D
mengangguk.
“Seunghyun-ssi
bilang kalau kamu mau foto bersama kami. Aku kesini mau mengajakmu kesana. Tapi
sepertinya kamu sedang ada janji dengan orang lain”
“Ah
tidak kok. Dia bisa menunggu” jawab Rani
“Kalau gitu
ayo. Sudah waktunya kita foto”
“Oke”
jawab Rani mengikuti G-D yang beranjak dan berjalan kelantai bawah.
Sesampainya
di bawah, Rani melihat Seunghyun sedang berbicara dengan dua orang laki-laki paruh
baya. Sedangkan para karyawan yang lain sedang berfoto dengan personil Big Bang
yang lain.
Dia
memandang Seunghyun. Tapi Seunghyun sama sekali tidak melihatnya. Rani menghela
nafas.
“Dari
tadi mengela nafas terus. Ada yang salah?”
“Tidak
ada” jawab Rani pada G-D yang sedari tadi berdiri disebelahnya.
Kemudian
mereka pun foto bersama. Pertama Rani foto dengan personel Big Bang satu
persatu. Saat foto sama T.O.P, tanpa diduga T.O.P mencium kening Rani tepat
saat blizt camera menyala. Dae Sung, Sungri, Taeyang dan para karyawn cafe langsung
heboh. G-D memalingkan wajahnya dan hanya tersenyum sinis. Rani terpana.
Seunghyun yang melihat dari jauh langsung mengepalkan tangannya.
Setelah
itu mereka foto berenam dengan berbagai gaya. Terakhir mereka duduk di salah
satu tempat duduk di tengah ruangan, dengan segelas cappuccino ditangan mereka.
G-D dan Rani membuat simbol hati dengan tangan mereka.
Saat
para kru hendak membereskan peralatan foto mereka, G-D meminta mereka untuk
memfoto mereka satu kali lagi. Kemudian dia menarik Seunghyun, mengajaknya foto
bersama.
Setelah
selesei dan para kru pulang tapi Big Bang dan presdir YG masih di cafe, Rani
pamit pada Seunghyun yang dari tadi diam.
“Aku
pulang dulu” pamit Rani
“Mau aku
antar?” tanya Seunghyun
Rani
tersenyum, “tidak usah. Aku mau ke departemen store dulu sebelum pulang” ujar
Rani lalu berjalan keluar dengan di antar Seunghyun sampai halte. Tapi bus yang
ditunggu tak juga datang. Berkali-kali Rani melihat jam tangannya cemas.
Seunghyun yang melihat hanya diam.
Entah
kenapa dia tidak ingin tahu dan tidak mau tahu. Dia tahu Rani sedang berbohong
padanya saat ini. Dia tahu Rani tidak ingin ke departemen store tapi ketempat
lain.
Dan
tanpa sadar, Seunghyun menghentikan sebuah taksi. Membuat Rani heran. “Cepat
masuk. Nanti kamu terlambat. Sudah ditunggu kan?”
“Seunghyun,
aku..”
“Tidak
apa-apa. Aku ngerti kok. Sudah cepat masuk”
Rani
masuk kedalam taksi, “Mianhae” ujar Rani sebelum pintu tertutup.
Seunghyun
hanya diam dan memandangi taksi yang ditumpangi Rani hilang ditengah jalan yang
padat pengendara. Lalu dia berbalik dan kembali ke cafe.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar