Kamis, 02 Januari 2014

Rani Evanz : Korean Story Pt. 2



     Seminggu berlalu setelah hari itu. Sesekali Seunghyun masih mendapati Rani menitikkan air mata saat membuka email di cafe nya. Hal itu membuat Seunghyun merasa iba. Dia tahu kalau Rani sebenarnya punya masalah yang tidak ingin orang lain tahu. Dia juga tidak bisa memaksa Rani untuk bercerita karena Rani tidak ingin membicarakannya. Tidak ada yang bisa Seunghyun lakukan untuk menghibur Rani.
     “Waaah lihat lihat, tanggal 5 Februari besok Big Bang debut album terbaru mereka” ujar Eun Shi, salah satu karyawan Seunghyun, sambil menunjukkan surat kabar hari itu
     “Coba lihat” pinta Jung Ha ikut membaca di sebelah Eun Shi
     “Ah kalian ini Big Bang melulu” ujar Min Hyuk sambil membersihkan gelas dengan lap, “2ne1 donk kapan ada debut lagi” imbuhnya yang diikuti oleh anggukan kepala Jo Kwon dan Chun Hee. Eun Shi dan Jung Ha tidak peduli dan terus membaca sambil sesekali berkomentar.
     Seunghyun yang sedang berdiri bersama mereka langsung tersenyum, “kalian” panggil nya pada kelima karyawan nya yang langsung mendongak memandang dirinya yang senyum-senyum dengan heran
     “Anda kenapa, bos?” tanya Chun Hee
     “Bagaimana kalau kita mengundang Big Bang untuk promosiin cafe kita?”
     Eun Shi dan Jung Ha bertukar pandang dengan senyum merekah, “Setuju, Bos!” teriak mereka kegirangan
     “Kami tidak, Bos” bantah Jo Kwon di ikuti yang lain
     “Kenapa?” tanya Seunghyun
     “2ne1 aja, Bos. Jangan Big Bang” jawab Min Hyuk
     “Big Bang!!”
     “Iya. Harus Big Bang. Karena Rani juga penggemar mereka” ujar Seunghyun berpaling memandang Rani dari kejauhan
     Semua karyawannya mengikuti arah pandangan Seunghyun. Lalu saling bertukar pandang.
     “Beberapa hari yang lalu aku melihat Ms. Rani menangis” ujar Min Hyuk yang langsung dapat pukulan di lengannya
     “Kapan?” tanya Seunghyun langsung menatap Min Hyuk
     “Tiga hari yang lalu waktu Bos tidak datang” jawabnya sambil mengelus-elus lengannya karena pukulan Eun Shi
     “Kalian tahu kenapa dia nangis?”
     “Saya mendekati Ms. Rani dan bertanya, tapi dia bilang tidak apa-apa. Hanya kangen keluarganya” jawab Eun Shi, “tapi saya tahu kalau Ms. Rani nangis tidak karena itu” imbuhnya
     “Lalu?”
     “Saat saya meletakkan pesanannya Ms. Rani sedang bertengkar dengan seseorang di telpon” jawab Eun Shi, “saya kurang seberapa paham apa yang sedang dikatakan karena bahasa inggris. Dan cepat sekali. Sesekali Ms. Rani memanggil nama Felton”
     “Felton?” tanya Seunghyun yang dijawab dengan anggukan kepala oleh Eun Shi
     “Sepertinya aku pernah baca nama itu di suatu tempat. Tapi aku lupa” kata Min Hyuk
     “Aku juga” jawab yang lain
     Hening sesaat karena semua berusaha mengingat dimana pernah membaca nama Felton.
     “Bos” panggil Eun Shi. Seunghyun memandang Eun Shi, “sebenarnya Ms. Rani melarang kami untuk memberitahu Bos kalau Ms. Rani menangis. Jadi Bos pura-pura tidak tahu apa-apa yaa”
     “Oke” jawab Seunghyun

     Satu bulan berlalu
     Rani sudah tidak lagi menangis tiap kali membalas email. Itu membuat Seunhyun sedikit merasa lega. Karena misi nya menyenangkan Rani belum di mulai.
     Dia sudah berbicara dengan manajemen YG Entertainment untuk mengundang Big Bang ke cafenya. Tapi karena jadwal tour Big Bang masih padat terpaksa Seunghyun harus menunggu dengan perasaan tidak sabar.
     Beberapa kali dia hampir keceplosan didepan Rani. Begitu juga dengan Eun Shi dan Jung Ha. Karena mereka sudah ingin sekali bertemu dengan Big Bang. Idola mereka.
     Pada pertengahan musim semi, saat Rani pulang dari kantor sore dan mampir di Cheonkug, dia heran sekali karena begitu ramai dan banyak orang. Serta beberapa mobil van yang diparkir didepan cafe yang mendadak penuh orang.
     Rani yang heran berdiri di belakang gerombolan cewek yang membawa spanduk dan accesoris VIP. Rani sempat terpana dengan senang tapi mendadak dia merasa kecewa. Dia tidak akan bisa masuk kedalam cafe dengan mudahnya karena para VIP tidak akan membiarkannya masuk seenaknya. Dengan menghela nafas kecewa, dia berbalik dan pulang. Tapi sebuah suara menghentikan langkahnya.
     “Rani!” panggil Seung Hyun dari lantai atas. Rani langsung mendongak. “Sini!”
     “Tidak bisa masuk!” balas Rani keras. Dari ekspresi wajah Rani, Seunghyun tahu kalau Rani sangat kecewa tidak bisa masuk.
     “Tunggu disana. Aku turun!” ujar Seunghyun lalu menghilang dari pandangan
     Rani berdiri diam menunggu di bawah pohon didekat mobil van silver. Tak berapa lama Seunghyun keluar dengan dikawal seorang bodyguard. Dia langsung mendekati Rani yang berdiri termenung memandang kerumunan cewek-cewek VIP.
     “Ayo masuk” ajak Seunghyun menggandeng tangan Rani erat dan kembali masuk ke dalam cafe. Bodyguard itu menghalau para VIP yang berdiri di depan cafe agar Seunghyun dan Rani bisa masuk kedalam.
     “Ada bodyguard nya segala hihihi” ujar Rani
     “Mereka disini karena Big Bang. Kalau tidak gitu bisa habis Big Bang di rebutin cewek-cewek histeris didepan itu” jawab Seunghyun membuat Rani terkikik geli, “mau ketemu Big Bang duu atau langsung ke atas?” tanya Seunghyun begitu mereka sampai di dalam.
     “Atas aja. Mereka sepertinya masih sibuk” jawab Rani
     “Kamu tidak seperti yang aku kira” ujar Seunghyun mengantar Rani ke atas
     “Kenapa memangnya?”
     “Kemarin kamu bisa histeris gitu waktu ngomongin Big Bang apalagi T.O.P. tapi sekarang waku orangnya ada dan kamu bisa berdekatan, foto bareng tapi reaksimu datar” jawab Seunghyun sedikit kecewa
     “Hahaha... aku orangnya memang aneh. Aku sendiri menyadarinya” ujar Rani, “aku simple orangnya..”
     “Dan aneh” tambah Seunghyun membuat Rani tertawa
     Suara tawa Rani membuat G-Dragon yang saat itu sedang melihat-lihat lantai atas langsung memandang ke arah Rani dan Seunghyun.
     “Tuh lihat, G-Dragon sedang melihatmu” ujar Seunghyun sambil menganggukkan kepala ke arah G-D. Rani langsung menoleh mengikuti pandangan Seunghyun. Dan benar saja, G-D sedang memandangi mereka.
     Rani tersenyum dan menganggukkan kepala tanda kalau dia menyapanya. G-Dragon pun ikut menganggukkan kepala dan tersenyum lalu kembali berjalan mendekati mereka.
     Rani langsung berpaling dengan gugup, “Kyaaaa dia kesini!” bisiknya heboh pada Seunghyun yang menahan tawa.
     “Anneyong aseo” sapa G-D setelah berada di sebelah Rani yang masih gugup sambil menahan detak jantungnya yang tiba-tiba berdetak cepat.
     “Anneyong aseo” balas Seunghyun tersenyum lalu mempersilahkan G-D duduk dan dia langsung duduk di depan Rani, di sebelah Seunghyun.
     “A, anneyong aseo” jawab Rani gugup
     “Sedang apa Seunghyun-ssi disini?” tanya G-D dalam bahasa korea
     “Menemani pelanggan setia” jawab Seunghyun, “namanya Rani Evans. Dia fans Big Bang. Tapi dia belum lancar bahasa korea” jawab Seunghyun memperkenalkan Rani pada G-D.
     G-Dragon mengulurkan tangan mengajak Rani bersalaman, “Kwon Jiyoung. Atau lebih tepatnya G-Dragon. Nice to meet you”
     Rani membalas uluran tangan G-D dengan gemetaran, “Rani Evans. Just call me Rani. Nice to meet you too” balas Rani tersenyum. Seunghyun berdehem menggoda Rani. “shut up” ujar Rani pelan. Membuat Seunghyun tertawa dan G-D tersenyum.
     “Hyung!” sebuah suara keras memanggil G-D yang langsung melambaikan tangan.
     Rani menoleh mencari asal suara, “Seungri!” ujarnya spontan tanpa berpikir. Seunghyun dan G-D bertukar pandang heran. “Must call my sister. She like Seungri very much” imbuhnya sambil mencari ponselnya di dalam tas. Setelah ketemu dia langsung menelfon adiknya, Billa.
     Dengan heboh dan dengan bahasa yang tidak mengerti Seunghyun maupun G-D, dia berbicara cepat dengan adiknya. Seunghyun dan G-D bertukar pandang geli. Begitu Seungri sudah didekat mereka, G-D langsung memberitahunya kalau adik dari perempuan didepannya penggemar beratnya.
     Seungri tersenyum dan ingin berbicara langsung dengan adik perempuan itu. Dengan sopan dia meminta ponsel Rani dengan bahasa korea yang langsung dipotong G-D dengan mengatakan kalau Rani belum lancar bahasa korea dan harus pakai bahasa inggris kalau ingin bicara ddengannya.
     “Bentar bentar ada yang ingin bicara sama kamu” ujar Rani pad adiknya sebelum akhirnya memberikan ponselnya pada Seungri. “Billa” tambahnya pada Seungri memberitahu nama adiknya.
     Setelah itu Rani cekikikan sendiri. Seunghyun geleng-geleng kepala
     “Ada apa sih?” tanya sebuah suara berat yang langsung membuat Rani diam dan memandang sosok tinggi di sebelahnya. Suaranya langsung hilang. Ekspresinya sulit di tebak karena tegang.
     Seunghyun memandangi Rani geli. Dia tahu kenapa tiba-tiba Rani diam seribu bahasa dan tak berkutik. Karena orang yang berdiri di sebelahnya adalah T.O.P.
     Selama sepuluh menit mereka, Big Bang, duduk bersama Rani dan Seunghyun. Rani diam tak berkutik karena T.O.P duduk di sebelahnya. Seunghyun sesekali tidak bisa menahan tawa melihat Rani yang nervous duduk bersebelahan dengan T.O.P.
     Berkali-kali Rani melontarkan pandangan jengkel pada Seunghyun yang berusaha menggoda Rani. Dan tiap kali godaannya sukses, dia tertawa terbahak diikuti personel Big Bang.
     Saat T.O.P hendak mengajaknya bicara, G-D memberitahu T.O.P kalau dia harus menggunakan bahasa inggris. T.O.P mengangguk mengerti.
     “Siapa namamu?” tanya T.O.P
     “R, Ra, Rani” jawab Rani gugup
     “Lebih gugup dari tadi” ujar G-D yang langsung membuat Seunghyun tertawa keras.
     “Sssstt” protes Rani pada Seunghyun yang tertawa makin keras
     “Kenapa?” tanya T.O.P
     “Tidak” jawab Rani pelan
     Tak berapa lama kemudian Min Hyuk datang dengan membawa cappuccino pesenan Rani dan memberitahu Seunghyun kalau pemilik cafe mencarinya dan foto sesion untuk Big Bang segera mulai dan mereka diminta bersiap.
     “Sebentar yaa” ujar Seunghyun pada Rani yang mengangguk
     “Kami juga permisi dulu. Nanti kita ngobrol lagi” ujar G-D sambil beranjak.
     Mereka berenam berjalan beriringan meninggalkan Rani. Rani memandangi mereka dengan senang. Seunghyun berjalan sambil ngobrol dengan G-D.
     “Min Hyuk, sandwichku mana?” tanya Rani pada Min Hyuk yang masih berdiri di sebelah Rani.
     “Astaga. Mianhae Rani-ssi”
     “Tidak apa-apa” ujar Rani, “kalau gitu aku pesan ramen saja”
     “Akan segera ku siapkan” jawab Min Hyuk langsung berjalan cepat meninggalkan Rani yang tersenyum.
     Sepeninggal Min Hyuk, saat Rani hendak meminum cappuccinonya, ponselnya berdering. Sebuah nomer baru tertera didisplay ponselnya. Dengan heran Rani menjawab.
     “Hallo?”
     “Ran..” sebuah suara yang sangat dikenalnya terdengar dari speaker ponselnya. Rani langsung terdiam, “Ran, ini aku. Kamu dimana? Bisa kita bertemu sekarang?”
     “Tidak bisa sekarang. Aku masih ada urusan” jawab Rani dingin
     “Please, Ran. Aku ingin bertemu denganmu. Kamu dimana sekarang? Aku kesana. Aku baru turun dari pesawat. Sebelum ke hotel aku ingin bertemu denganmu”
     “Nanti aku yang ketempatmu. Kamu di hotel mana?” tanya Rani setelah terdiam cukup lama. Orang itu menyebut sebuah hotel mewah dipusat kota, “oke. Setelah urusanku selesei aku langsung kesana” ujar Rani
     “Sedang telfon siapa, Ran?” tanya Seunghyun yang sudah berdiri di sebelahnya. Dengan cepat Rani mematikan ponselnya.
     “Ah hanya orang iseng” ujar Rani tersenyum.
     Meskipun Rani tersenyum, tapi Seunghyun tahu kalau Rani sedang tidak ingin tersenyum padanya. Dan dia tahu kalau orang yang tadi di telfonnya adalah orang yang selama ini membuat Rani sedih.
     “Foto sesionnya sudah dimulai?” tanya Rani sambil menerima ramen pesanannya dari Seunghyun
     “Sudah” jawab Seunghyun sambil meletakkan nampan dan duduk didepan Rani, “kamu tidak mau lihat?” tanya Seunghyun
     “Nanti saja. Aku lapar sekali. Cacing diperutku sudah underground-an” jawab Rani lalu menyantap ramen. Seunghyun tertawa.
     “Setelah foto sesion nya selesei, mereka memberi para karyawan kesempatan untuk foto bersama mereka. Bagianku boleh kamu ambil kalau kamu mau”
     Rani langsung tersedak ramen. Seunghyun mengulurkan segelas air putih pada Rani, “Serius?” Seunghyun mengangguk, “waaaa asik. Makasih yaa” ujar Rani senang.
     Ponselnya kembali berdering. Tapi Rani langsung mematikan ponselnya dan menonaktifkan nya. Seunghyun memandang Rani yang tersenyum terpaksa ke arahnya. Seunghyun hanya bisa mengangkat bahu dan berpaling.
     “Sebentar yaa, Ran” ujar Seunghyun langsung meninggalkan Rani tanpa menunggu jawaban Rani yang terpana sejenak lalu kembali menyantap ramennya.
     Dia mengaktifkan kembali ponselnya. Dan sebuah panggilan langsung masuk, “nanti aku ke tempatmu. Sekarang jangan ganggu dulu. Aku sedang sibuk. Aku masih di kantor”
     “Jangan bohong. Aku tahu kamu sudah pulang dari tadi. Suara siapa tadi? Pacar barumu?”
     “Iya. Dia pacarku. Kamu mau apa?”
     “Kamu tidak bisa pacaran dengan orang lain selain aku. Meskipun benar tadi pacarmu, tapi aku tahu kamu tidak mencintainya. Hanya aku yang kamu cintai. Kamu tidak akan bisa mencintai orang lain selain aku”
     Rani terdiam. Apa yang dikatakan orang itu memang benar. Selamanya dia tidak bisa mencintai orang lain selain dia.
     “Aku jemput kamu sekarang. Kamu dimana?”
     “Tidak usah. Nanti aku yang kesana”
     “Pokoknya aku jemput kamu sekarang. Aku sudah dijalan menuju rumahmu”
     “Tom, please. Jangan memaksa. Kamu tahu aku tidak suka di paksa. Aku janji setelah urusanku selesei aku ketempatmu”
     “Janji ya? Kalau sampai tidak kesini, aku yang akan kerumahmu”
     “Iya iya aku janji”
     “Baiklah. Aku tunggu kamu” telfon terputus
     Rani menghela nafas berat
     “What happen?” sebuah suara bertanya mengagetkan Rani. Rani mendongak. Ternyata G-D sedang berdiri di sebelahnya.
     “Nothing” jawab Rani tersenyum. G-D duduk didepan Rani, “sudah selesai?” tanya Rani. G-D mengangguk.
     “Seunghyun-ssi bilang kalau kamu mau foto bersama kami. Aku kesini mau mengajakmu kesana. Tapi sepertinya kamu sedang ada janji dengan orang lain”
     “Ah tidak kok. Dia bisa menunggu” jawab Rani
     “Kalau gitu ayo. Sudah waktunya kita foto”
     “Oke” jawab Rani mengikuti G-D yang beranjak dan berjalan kelantai bawah.
     Sesampainya di bawah, Rani melihat Seunghyun sedang berbicara dengan dua orang laki-laki paruh baya. Sedangkan para karyawan yang lain sedang berfoto dengan personil Big Bang yang lain.
     Dia memandang Seunghyun. Tapi Seunghyun sama sekali tidak melihatnya. Rani menghela nafas.
     “Dari tadi mengela nafas terus. Ada yang salah?”
     “Tidak ada” jawab Rani pada G-D yang sedari tadi berdiri disebelahnya.
     Kemudian mereka pun foto bersama. Pertama Rani foto dengan personel Big Bang satu persatu. Saat foto sama T.O.P, tanpa diduga T.O.P mencium kening Rani tepat saat blizt camera menyala. Dae Sung, Sungri, Taeyang dan para karyawn cafe langsung heboh. G-D memalingkan wajahnya dan hanya tersenyum sinis. Rani terpana. Seunghyun yang melihat dari jauh langsung mengepalkan tangannya.
     Setelah itu mereka foto berenam dengan berbagai gaya. Terakhir mereka duduk di salah satu tempat duduk di tengah ruangan, dengan segelas cappuccino ditangan mereka. G-D dan Rani membuat simbol hati dengan tangan mereka.
     Saat para kru hendak membereskan peralatan foto mereka, G-D meminta mereka untuk memfoto mereka satu kali lagi. Kemudian dia menarik Seunghyun, mengajaknya foto bersama.
     Setelah selesei dan para kru pulang tapi Big Bang dan presdir YG masih di cafe, Rani pamit pada Seunghyun yang dari tadi diam.
     “Aku pulang dulu” pamit Rani
     “Mau aku antar?” tanya Seunghyun
     Rani tersenyum, “tidak usah. Aku mau ke departemen store dulu sebelum pulang” ujar Rani lalu berjalan keluar dengan di antar Seunghyun sampai halte. Tapi bus yang ditunggu tak juga datang. Berkali-kali Rani melihat jam tangannya cemas. Seunghyun yang melihat hanya diam.
     Entah kenapa dia tidak ingin tahu dan tidak mau tahu. Dia tahu Rani sedang berbohong padanya saat ini. Dia tahu Rani tidak ingin ke departemen store tapi ketempat lain.
     Dan tanpa sadar, Seunghyun menghentikan sebuah taksi. Membuat Rani heran. “Cepat masuk. Nanti kamu terlambat. Sudah ditunggu kan?”
     “Seunghyun, aku..”
     “Tidak apa-apa. Aku ngerti kok. Sudah cepat masuk”
     Rani masuk kedalam taksi, “Mianhae” ujar Rani sebelum pintu tertutup.
     Seunghyun hanya diam dan memandangi taksi yang ditumpangi Rani hilang ditengah jalan yang padat pengendara. Lalu dia berbalik dan kembali ke cafe.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar