Rabu, 01 Januari 2014

Rani Evanz : Korean Story Pt. 1



     Rani duduk diam di sudut sebuah cafe yang berdiri di tengah kota Seoul. Secangkir cappuccino dan dua potong sandwich pesanannya belum dia sentuh sama sekali karena dia sedang asik membalas email. Jemarinya bergerak cepat di keyboard notebooknya.
     Setiap pulang kerja, dia selalu mampir di cheonkug cafe. Karena suasana cafe yang membuatnya merasa nyaman dan tenang. Tempat favoritnya adalah di lantai atas di luar ruangan dan berada di pojok. Menurutnya tempat itu adalah surga sesuai dengan arti cheonkug.
     Sudah lima bulan dia berada di Korea. Negara yang dia tidak pernah duga sebelumnya. Berawal dari sebuah iklan lowongan kerja yang dia lihat di internet. Di lihatnya iklan itu dan apply. Dan tanpa disangka dia diterima kerja sebulan kemudian. Alhasil, berbekal keyakinan diri dia pun berangkat ke Korea.
     Di negara yang dia tidak kenal siapapun, dia harus berusaha sebaik mungkin untuk bertahan hidup. Seminggu pertama dia tinggal di sebuah hotel murah yang berdekatan dengan kantor barunya. Setelah itu, dengan di antar teman satu kantornya, dia mencari sebuah kost yang sesuai dengan gaji yang di dapatnya. Setelah temannya tawar menawar dengan pemilik kost –karena dia belum lancar berbahasa korea- dia pun langsung menempati kost keesokan harinya.
     Mungkin lebih tepat jika disebut rumah bukan kost. Karena ada ruang tengah, dapur, kamar mandi dan kamar tidur. Dan karena letaknya di paling atas atau di atap, dia pun memiliki halaman yang luas. Dia senang bisa mendapatkan rumah tersebut. Dia menyewa nya selama satu tahun. Kalau pun nanti dia masih betah akan di perpanjang lagi kontraknya.

     “Sibuk sekali dari tadi. Sampai-sampai cappuccino buatanku jadi dingin” ujar sebuah suara mengagetkan Rani.
     “Seunghyun! Kau membuatku kaget” jawab Rani. Orang itu langsung duduk di sebelah Rani lalu mengintip notebook Rani yang langsung ditutupnya.
     “Sedang apa sih?” tanya Seunghyun.
     “Membalas email dari adikku” jawab Rani sambil memasukkan notebooknya ke dalam tas, “kamu ga kerja? Nanti dimarahi bosmu lho” ujar Rani lalu meminum cappuccino-nya.
     “Tenang aja. Lagi sepi ko” jawab Seunghyun, “tuh lihat pegawai yang lain lagi nyantai” tambahnya sambil menyandarkan punggungnya. Rani mulai memakan sandwich coklat keju kesukaannya.
     Selama sepuluh menit mereka hanya duduk diam.
     Lee Seunghyun adalah pegawai cafe cheonkug. Mereka mulai dekat sejak Rani mulai rutin mengunjungi cafe. Karena letak cafe yang searah dengan kantor dan rumahnya. Tiap kali Rani yang datang, tanpa memesan pun Seunghyun langsung membuatkan cappuccino dan sandwich.
     Kepribadian Rani yang ramah dan murah senyum membuat Seunghyun tertarik. Menurutnya, Rani enak di ajak ngobrol. Meskipun harus menggunakan bahasa inggris, tak membuat Seunghyun bosan. Dia pun dengan sabar mengajari Rani untuk bisa bahasa korea agar memudahkan Rani untuk beradaptasi.
     “Ran” panggil Seunghyun.
     “Ya?” jawab Rani setelah membersihkan mulutnya dengan napkin.
     “Besok ada rencana kemana?” tanya Seunghyun.
     “Tidak ada. Kenapa?”
     “Mau jalan denganku?”
     “Kemana?”
     “Kemana kaki melangkah” jawab Seunghyun enteng. Rani tertawa.
     “Baiklah kalau begitu”
     “Oke. Besok aku jemput jam sepuluh yaa” Rani mengangguk tersenyum.
     “Kalau begitu aku pulang dulu yaa”
     “Mau aku antar?”
     “Kamu kan masih kerja mana bisa mengantarku” Seunghyun hanya mengangkat bahu berharap bisa mengantar Rani pulang, “Besok aja yaa” tambah Rani lalu beranjak dari tempat duduknya.
     Seunghyun mengantar Rani sampai pintu depan cafe cheonkug. Setelah melambaikan tangan, Seunghyun langsung melepas apron yang dari tadi di pakainya dan memberikan pada salah satu pegawainya yang dengan sigap menerimanya dan menyimpannya di lemari.
     Kemudian Seunghyun masuk keruangannya. Dia sebenarnya adalah pemilik cafe cheonkug. Tapi sejak kedatangan Rani, dia menyamar menjadi pegawai agar bisa berkenalan dengan Rani. Dia ingin tahu apakah Rani mau berteman dengannya walaupun dia hanya pegawai cafe.


     Esok harinya, Seunghyun menjemput Rani di rumahnya dan membawanya jalan-jalan menyusuri jalanan kota Seoul.
     “Kamu mau makan apa?” tanya Seunghyun sore harinya.
     “Kamu bisa masak?” balas Rani
     “Bisa donk”
     “Kalau gitu bagaimana kalau kita masak sendiri aja untuk makan malam” ujar Rani. Seunghyun mengangguk setuju.
     “Baiklah kalau gitu. Kita masak di rumahmu saja yaa” Rani mengangguk, “kalau gitu kita belanja dulu yuk” ajak Seunghyun.
     Sebelum pulang mereka mampir ke grocery store membeli bahan-bahan masakan.
     “Mau di masakin apa?” tanya Seunghyun saat sudah berada di lorong sayuran.
     “Hmmm apa yaa..” Rani berpikir keras, “kalau sup rumput laut kamu bisa masaknya?”
     “Sup rumput laut? Kamu ulang tahun?”
     “Sebenarnya ulang tahunku kemarin hehe” jawab Rani nyengir
     “Yang benar?” tanya Seunghyun, “kenapa baru bilang sekarang?”
     “Hehe aku terbiasa ulang tahun sendirian” jawab Rani ringan sambil memilih wortel, “kalau kimchi kamu bisa? Lalu apa lagi yaa yang ingin aku makan hari ini”
     Seunghyun mengamati Rani dengan tatapan sayu. Jantungnya serasa berhenti berdetak mendengar jawaban Rani.
     “Seunghyun?” panggil Rani menyentak lamunan Seunghyun, “malah melamun di sini. Kita sedang belanja lho. Nanti saja melamunnya kalau sudah pulang”
     “Ah mianhae” ujar Seunghyun meminta maaf.
     Mereka lalu melanjutkan belanja. Seunghyun mengambil alih troli belanja dan mulai memilih-milih sayuran. Dia meminta Rani untuk tenang karena dia akan memasakkan makanan yang enak-enak untuk Rani. Setelah selesei memilih sayuran, Seunghyun beralih ke lorong daging. Dia langsung memesan daging sapi terbaik sebanyak tiga kotak ukuran sedang.
     “Kita beli soju juga yaa” ujar Rani saat hendak ke tempat kasir.
     “Boleh” jawab Seunghyun. Mereka pun langsung mengambil soju sepuluh botol. Seunghyun sempat protes tapi Rani memandangnya dengan tatapan memohon yang tak bisa di tolaknya.
     Sesampainya di rumah Rani, Seunghyun langsung membuka barang belanjaannya dan mulai menyiapkan masakan. Sedangkan Rani mencuci beras dan memasaknya di magic com kemudian membantu Seunghyun.
     “Ada yang bisa aku bantu?” tanya Rani mendekati Seunghyun dan berdiri di sebelahnya melihat tangan Seunghyun yang sedang sibuk memotong-motong sayuran.
     “Sudah kamu duduk saja”
     “Beneran??” Seunghyun mengangguk pasti. Rani tersenyum lalu kekamar mengambil notebooknya dan langsung online di meja makan sambil nunggu Seunghyun selesei masak.
     Dia buka email dan langsung terpana melihat beberapa email yang masuk. Dengan bergetar dia buka isi email dan membacanya perlahan. Tak ingin ada yang terlewat satu katapun.
     Setelah selesei membaca dia langsung beranjak menuju kantong belanja dan langsung mengambil tiga botol soju yang tadi di belinya. Seunghyun yang melihat berusaha melarang tapi saat melihat ekspresi wajah Rani, dia tidak jadi membuka mulutnya.
Rani membuka satu botol soju dan langsung dituang ke dalam gelas lalu meminumnya. Setelah dia minum lima gelas baru dia membalas email yang tadi di bacanya.
     Seunghyun memperhatikan Rani dari tempat dia memasak. Dia merasa Rani pasti punya masalah tapi dia tidak bisa memancing Rani untuk cerita. Karena Rani sosok yang sangat sulit untuk di pancing untuk masalah pribadinya. Karenanya dia bertekat untuk membuatkan masakan yang enak agar Rani sedikit terhibur.
     Selama satu jam Seunghyun memasak berbagai masakan. Dan Rani seolah-olah sudah lupa dengan Seunghyun yang berkali-kali ke depannya meletakkan masakan yang sudah selesi dia masak. Seunghyun pun tak ingin mengganggu Rani sampai semua masakan yang dia masak sudah siap.
     Tak jarang Seunghyun melihat Rani mengusap air mata di pipi nya yang tak sengaja menetes. Dan setelah itu langsung di teguk lagi soju yang ada di samping notebooknya. Ada tiga botol soju yang sudah kosong disebelahnya. Seunghyun pun hanya bisa menghela nafas melihat Rani.
     “Ran..” panggil Seunghyun yang berdiri di depan Rani di seberang meja
     “Ya?” jawab Rani langsung mendongak. Dan pada saat bersamaan air matanya kembali menetes. Cepat-cepat dihapusnya, “mianhae”
     “Ada apa denganmu? Apa ada masalah?” tanya Seunghyun sambil duduk di depan Rani dan memandang Rani dengan penuh khawatir.
     “Tidak ada apa-apa kok” jawab Rani tersenyum. Berusaha terlihat ceria didepan Seunghyun, “sudah selesei masak? Whoaaa. Banyaknya. Kelihatannya enak-enak” imbuhnya langsung menutup notebooknya dan menaruh disebelahnya.
     Seunghyun masih memandang Rani dengan pandangan yang sulit untuk di artikan. Lalu menghela nafas dan mengajak Rani makan dengan tersenyum, “ayo makan”
     Rani tersenyum senang dan langsung mengambil sumpit dan mencoba satu-satu masakan Seunghyun, “enaaaaakkk” ujar Rani membuat Seunghyun tertawa.
     “Agar sedikit lebih meriah, gimana kalau sambil dengerin musik?” tanya Seunghyun
     “Setujuuuuu” jawab Rani langsung sambil mengangkat sumpitnya yang lagi-lagi membuat Seunghyun tertawa
     “Mau lagu apa?”
     “Big Bang” jawab Rani langsung
     “Kamu VIP?”
     “Iya dong. VIP sejati hohoho” jawab Rani sombong
     Seunghyun mencari kepingan cd Big Bang di laci dan tanpa kesulitan dia dapat apa yang di carinya. Karena rata-rata kepingan cd yang di laci Big Bang semua. Seunghyun hanya geleng-geleng kepala. Kemudian dia memasukkan kepingan cd ke dalam cd player di depannya. Setelah menekan tombol play, langsung mengalun lagu favorite Rani yang berjudul ‘Blue’
     Begitu mendengar lagu itu, tangan Rani yang hendak menyuapkan daging berbalut sayur ke mulutnya langsung terhenti sesaat dan pandangannya langsung kosong sejenak. Dia langsung tersadar kalau ada Seunghyun di depannya yang sedang memperhatikan dirinya. Dengan senyum simpul dia melanjutkan suapannya.
     “Hey, nasi nya juga di makan dong” protes Seunghyun memecah keheningan yang sempat menyelimuti ruangan. Rani nyengir lalu mengambil sendok dan memakan nasi yang sudah tersedia di depannya.

     Setelah selesei makan dan membereskan meja dan mencuci piring dan mangkok, mereka duduk di dipan di halaman rumah Rani sambil menikmati soju dan snack.
     “Ran, boleh aku tanya sesuatu?” tanya Seunghyun.Rani mengangguk sambil meminum soju. “Apa hal yang paling kamu inginkan?”

     “Apa yaa..” Rani berpikir sambil memandang langit malam yang tanpa bintang, “mungkin bertemu dengan Big Bang dan foto sama T.O.P kyaaaaaa” jawab Rani yang langsung histeris
     Seunghyun terpana melihat Rani yang bersikap begitu. Sampai dia kehilangan kata-kata. Rani menoleh memandang Seunghyun yang menatapnya heran.
     “Kenapa?” tanya Rani. Kontan Seunghyun tersentak dan langsung menggeleng
     “Tidak ada” jawab Seunghyun lalu menegak sojunya
     “Heran ya?” ujar Rani tertawa, “jangan heran kalau udah ngomongin Big Bang aku bisa hilang kendali hihihi. Apalagi kalau ngomongin T.O.P”
     “Yeah bisa ku lihat kok” jawab Seunghyun membuat Rani tertawa lepas. Seunghyun tersenyum.
     Mereka berbagi cerita sambil minum soju hingga larut malam. Seunghyun heran betapa kuatnya Rani minum soju. Meskipun sudah habis tiga botol soju sebelum makan dan empat botol setelah makan tak membuatnya mabuk.
     “Ran, tadi kamu kenapa nangis?” tanya Seunghyun
     Rani terdiam memandang langit. Pandangannya menerawang, “tidak ada apa-apa, Seunghyun” jawab Rani
     “Tapi..”
     “Aku tidak ingin membicarakan itu sekarang dan seterusnya” jawab Rani memotong kata-kata Seunghyun sambil tersenyum ke arah Seunghyun
     “Baiklah. Tapi kalau kamu ingin cerita kamu tahu harus kemana” ujar Seunghyun setelah menghela nafas mengalah
     “Iya. Aku akan ke Min Hyuk” jawab Rani lalu meminum soju
     “Hey! Kok Min Hyuk?!” protes Seunghyun. Rani tersedak dan tertawa keras
    “Araseo araseo” jawab Rani sambil menghapus air mata di sudut matanya karena terlalu banyak tertawa

2 komentar:

  1. hmmm... not bad. boleh aku kasih comment #lha kan udah komen # plakkkk..

    heheh... potter alurnya runtut banget. dan gaya bahasanya. little bit campuran. agak setengah formal ma gaul. mungkin akan lebih bagus kalo pake gaya bahasa ala novel terjemahn. ex: aku. kau dll. atau sekalian pake gaya bahasa yang ringan. itu pilihan sich... heheheh..
    o iya... saranku potter ikut2 ngepostin karyamu di fiction2 yang udah dikenal di dunia maya. paling tidak biar karyamu di kenal dulu sama pembaca+ penerbit..

    BalasHapus
    Balasan
    1. hehehehe
      ama karya yg dulu wkt dMAN pie??
      beda jauh yoo??
      malu laah :">

      Hapus